Teknik dan Tata Cara Mengkafani Jenazah

(Ikhwan)

Panduan langkah demi langkah mengkafani jenazah laki-laki, disusun dari materi Syameela One Day Class.

Daftar langkah
  1. 1. Siapkan kain kafan
  2. 2. Posisikan 5 tali secara sejajar
  3. 3. Bentangkan helai kain kafan di atas tali
  4. 4. Posisikan jenazah di atas kain kafan
  5. 5. Selubungi helai kain pertama dari arah kanan ke kiri
  6. 6. Sambut helai kain kanan dengan helai kain kiri
  7. 7. Ikat tali pada masing-masing bagian

Langkah 1

Siapkan kain kafan

  • Kain kafan diambil dari harta waris apabila mayit meninggalkannya. Disunnahkan berwarna putih.
  • Bagian dari sunnah pula mengenakan tiga helai untuk laki-laki dan lima helai untuk perempuan.
  • Boleh memberi wewangian pada setiap kain, hukumnya sunnah.
  • Jika jenazah mengeluarkan cairan, letakkan kapas di tempat keluarnya cairan tersebut.
  • Setiap lembar kain kafan tidak wajib menutupi seluruh badan jenazah, namun kombinasi dari lapisan kain kafan tersebut wajib menutupi seluruh anggota badan.
  • Kain kafan dipotong sesuai ukuran jenazah dengan dilebihkan sedikit supaya kain bisa diikat.

Langkah 2

Posisikan 5 tali secara sejajar

Terkait jumlah tali dan posisinya, cukup sesuaikan dengan kebutuhan. Tidak ada anjuran khusus dalam hal ini. Umumnya pada ubun-ubun, perut, paha, kaki, dan bawah kaki.

Lima tali putih disusun sejajar di atas kain kafan.
Lima tali disusun sejajar.

Langkah 3

Bentangkan helai kain kafan di atas tali

Apabila lebar kain terbatas, dapat disiasati dengan memposisikan lapisan kain paling bawah lebih condong ke kanan daripada lapisan berikutnya. Jika jenazah mengeluarkan cairan, cukup letakkan kapas di tempat keluarnya cairan.

Kain pertama agak geser ke sebelah kanan jenazah, kedua ke tengah jenazah, dan ketiga geser ke sebelah kiri jenazah.

Kain kafan dibentangkan di atas lima tali.
Kain dibentangkan di atas tali.
Ilustrasi posisi tiga lapis kain kafan.
Posisi tiga lapis kain kafan.

Langkah 4

Posisikan jenazah di atas kain kafan

Memosisikan jenazah setelah dimandikan menuju ke atas kafan dengan kain penutup (sementara) di atas tubuh jenazah, agar auratnya tetap terjaga.

Jenazah diposisikan di atas kain kafan dengan kain penutup sementara.
Jenazah di atas kain kafan.

Langkah 5

Selubungi helai kain pertama dari arah kanan ke kiri

Setelah kain dari arah kanan menutup sempurna, tarik perlahan kain yang digunakan (sementara) untuk menutup aurat jenazah sebelumnya.

Kain kafan dari sisi kanan diselubungkan ke kiri.
Kain pertama dari kanan ke kiri.
Kain penutup aurat ditarik perlahan setelah kain kafan menutup.
Tarik perlahan kain penutup.

Langkah 6

Sambut helai kain kanan dengan helai kain kiri

Helai kain dari kanan yang telah menutup sempurna, sambut dengan kain dari arah kiri sebagai penutupnya. Selalu demikian sampai tidak ada helai tersisa.

Helai kain dari sisi kiri disiapkan untuk menyambut kain kanan.
Kain dari sisi kiri.
Kain kanan dan kiri bertemu menutup jenazah.
Kain kanan dan kiri bertemu.
Seluruh tubuh jenazah telah tertutup kain kafan.
Jenazah tertutup kain kafan.

Langkah 7

Ikat tali pada masing-masing bagian

Ikat tali yang telah dipersiapkan sebelumnya pada bagian ubun-ubun, perut, paha, kaki, dan bawah kaki. Jangan diikat dengan simpul mati.

Tali diikat pada bagian ubun-ubun, perut, paha, kaki, dan bawah kaki.
Tali diikat pada lima bagian.